ARTIKEL REFLEKSI AKSI NYATA MODUL 3.3.A.10

 

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

“MEWUJUDKAN KELAS RAMAH LITERASI”

PUTU SUHARTANA_CGP ANGKATAN 2_KABUPATEN GIANYAR

 

A.                 Peristiwa ( Facts )

1.      Latar Belakang

 

Kemajuan teknologi telah banyak mengubah pola kehidupan anak-anak sekolah. Mereka dapat dengan mudah mengakses informasi dari berbagai sumber melalui  gawai ditangan mereka. Tayangan informasi yang menjadi kesukaan mereka adalah dalam bentuk video-audio dan mulai meninggalkan informasi dalam bentuk tulisan. Ini mengakibatkan minat baca menjadi semakin menurun namun disisi lain assesmen yang mereka harus hadapi di sekolah banyak mengandung unsur literasi/ membaca. Minat siswa dalam membaca haruslah mulai dipupuk dan dikembangkan karena akan sangat bermanfaat bagi mereka dalam menghadapi assesmen di setiap jenjang pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menciptakan ruang kelas yang ramah literasi dimana siswa akan memiliki keinginan untuk membaca didalam kelas ketika pembelajaran tidak berlangsung.

 

2.      Deskripsi Pelaksanaan Program

Program “ Mewujudkan Kelas Literasi dimulai pada minggu ke-2 bulan Oktober dengan melibatkan siswa kelas 12 Mipa-4 di SMA Negeri 1 Sukawati. Tahapan yang dijalankan menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif model BAGJA.

Tahapan BAGJA

Panduan Tahapan

Hasil Tahapan

B-uat Pertanyaan

Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita lakukan

Bagaimana cara menumbuh kembangkan minat baca siswa terhadap sumber bacaan cetak.

A-mbil Pelajaran

Ceritakan dan tuliskan pengalaman/kegiatan baik, prestasi yang pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan

Cerita/pengalaman baik:

·      Anak mulai terbiasa untuk melakukan kegitan mebuka – buka media bacaan cetak seperti komik, tabloid, cerpen, cerber, dll.

·      Kerjasama antar guru untuk turun serta menumbuh kembangkan minat baca siswa

G-ali Mimpi

Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan:

-     Kegiatan  menumbuh kembangkan minat baca siswa

-     Perilaku apa saja yang ada pada siswa (siswa) dengan kegiatan  menumbuh kembangkan minat baca siswa

-     Perilaku guru seperti apa yang mendorong  kegiatan  menumbuh kembangkan minat baca siswa

 

-     Perilaku kepala sekolah seperti apa yang mendorong  kegiatan  menumbuh kembangkan minat baca siswa

-     Perilaku orang tua seperti apa yang mendorong  kegiatan   menumbuh kembangkan minat baca siswa

-     Hal apa saja yang perlu dimiliki untuk meningkatkan  kegiatan   menumbuh kembangkan minat baca siswa

 

 

 

 

 

 

Cita-cita/ mimpi:

-     Siswa terbiasa untuk membuka sumber bacaan cetak

 

 

 -     Siswa dapat menunjukkan sikap mandiri dan sadar untuk  menumbuh kembangkan minat baca

 

-     Guru sebagai fasilitator yang selalu membimbing dan mengarahkan anak  memberikan contoh baik serta menyediakan fasilitas sesuai dengan asset sekolah yang dimiliki

 

-     Kepala sekolah mendorong  program yang dapat memfasilitasi kegiatan  menumbuh kembangkan minat baca siswa

-     Orang tua semakin sadar dan memberikan perhatian dan pendampingan  menumbuh kembangkan minat baca siswa  

 

-     Komunikasi yang terbuka, adanya kolaborasi yang positif antara siswa, orang tua, guru maupun sekolah dalam mendukung kegiatan   menumbuh kembangkan minat baca siswa

J-abarkan Rencana

Membuat cara/strategi mencapai mimpi-mimpi yang sudah kita tuliskan:

-     Rencana/strategi apa yang perlu dilakukan (siapa melakukan apa)?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

-     Bagaimana memonitor dan mengevaluasi rencana tersebut

Rencana Program:

-     Membuat Rencana Program Kelas Ramah Literasi

-     Mensosialisasikan maksud dan tujuan program

-     Menyusun kesepakatan bersama dengan siswa, guru dan orang tua

-     Melaksanakan kegiatan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai jadwal yang dilaksanakan

-     Merefleksi kegiatan tahap demi tahap untuk perbaikan secara berkelanjutan

-     Melakukan monitoring dan evaluasi dalam proses dan diakhir program

-     Membuat rekomendasid an rencana tindak lanjut program

 

Monitoring dan evaluasi:

-          Monitoring dilakukan melalui pelibatan guru dan kepala sekolah, siswa bekerjasama dengan guru melakuan monitoring.

-          Untuk evaluasi dilakukan dengan pengamatan, wawancara untuk perbaikan program.

A-tur Eksekusi

Menentukan tim inti program:

-     Siapa

koordinator/penanggung jawab pelaksanaan program

-     Siapa yang bertugas memonitor dan mengevaluasi jalannya program

-     Siapa yang bertugas membuat laporan program

 

-     Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi), rapat mingguan/bulanan dll) untuk memberi kabar satu sama lain tentang jalannya program

 

 

 

 

Penanggung jawab dan mekanisme koordinasi antar tim:

Penanggung Jawab kegiatan:

Kepala sekolah

Pengarah dan Koordinator :

Guru Mapel serumpun

 

Koordinasi Kegiatan :

Orang tua/ Komite

Pelaksana Kegiatan :

Siswa, guru, pegawai sekolah

Laporan dibuat oleh :

Koordinator dan pengarah kegiatan yaitu wali kelas dan siswa masing-masing. Koordinasi dilakukan sesuai kesepakatan yang dibuat. Siswa melakukan  menumbuh kembangkan minat baca siswa

Evaluasi dilakukan secada daring atau luring. Daring dengan wa grup sedangkan luring dengan observasi dan wawancara/ angket















1.      


Startegi Pelaksanaan

·         Membuat Rencana Program Kegiatan Sabtu Ceria

·         Mengakaji perencannan program dengan manajemen risiko

·         Mensosialisasikan maksud dan tujuan program

·         Menyusun kesepakatan bersama dengan murid, orang tua dan guru

·         Melaksanakan kegiatan secara bertahap dan berkelanjutan sesuai jadwal yang dirancang

·         Merefleksi kegiatan tahap demi tahap untuk perbaikan secara berkelanjutan

·         Melakukan monitoring dan evaluasi dalam proses dan diakhir program

·         Membuat rekomendasi dan rencana tindak lanjut program

2.       Faktor Pendukung dan Penghambat

Faktor pendukung  : Sarana dan prasarana yang memadai, siswa dan warga sekolah yang antusias dengan program baru, orang tua yang menyumbangkan sumber bacaan cetak.

Faktor penghambat :  Waktu bertemu yang sangat terbatas dengan siswa, ketergantungan siswa terhadap penggunaan gadget.

 

3.       Evaluasi

Program Mewujudkan Kelas Ramah Literasi masih sedikit memberi dampak positif bagi peningkatan minat baca siswa. Diperlukan pembiasaan dan waktu yang tidak cepat agar siswa mulai melepaskan HP mereka dan beralih membuka-buka bacaan dalam bentuk cetak. Diperlukan sumber bacaan cetak yang lebih variatif dan sesuai dengan usia siswa sehingga lebih menarik bagi mereka.  Namun sudah terlihat beberapa siswa yang sudah mulai membuka-buka sumber bacaan yang tersedia walaupun hanya melihat sekilas saja.

4.       Hasil Pelaksanaan Program

Hasil yang dapat dilihat dari pelaksanaan program ini antara lain :

-          Kelas memiliki tempat menyimpan sumber bacaan cetak

-          Tersedianya aneka bacaan ( bukan buku pelajaran ) didalam kelas

-          Siswa mulai tertarik melihat-lihat sumber bacaan cetak daripada fokus bermain HP

 

A.                 Perasaan (Feelings)

Perasasaan saat ingin mengkomunikasikan program Kelas Ramah Literasi  dipenuhi rasa optimis karena kegiatan ini akan  memberikan dampak yang baik  untuk siswa. dan tentu saja hal ini disambut positif oleh warga sekolah dan melakukan pemetaan aset/kekuatan yang dimiliki sekolah serta penerapan MELR (Monitoring, Evaluasi, Learning, Reporting) dan manajemen risiko . Keterlibatan murid dalam merancang, melaksanakan, monitoring dan evaluasi pada kegiatan tersebut membuat saya merasa bahagia karena mereka memiliki akses yang mudah dalam memperoleh sumber bacaan cetak tanpa harus pergi ke perpustakaan sekolah.

 

B.      Pembelajaran (Findings)

 Pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan program ini adalah adanya keterlibatan murid dari perencanaan, pelaksanaan, dan monev memberikan pembelajaran yang bermakna. Komunikasi memilki peranan yang penting untuk memberikan pesan belajar yang bermakna kepada siapa saja. Berkolaborasi menjadi kebiasaan yang positif untuk mewujudkan dan mencapai tujuan program yang dilaksanakan. Penerapan MELR dan manajemen risiko membuat pelaksanaan program berjalan dengan optimal dan mengurangi peristiwa yang tidak diinginkan.

 

C.      Penerapan Ke Depan (Future)

Untuk optimalnya pelaksanaan program Kelas Ramah Literasi maka perlu dilakukan refleksi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan refleksi ini melibatkan seluruh warga sekolah baik murid, orang tua, komite, guru dan kepala sekolah. Dengan keterlibatan semua warga sekolah dapat memberikan masukan agar dapat mengembangkan program tersebut menjadi lebih baik lagi. Penerapan MELR (Monitoring, Evaluasi, Learning, Reporting) dan manajemen risiko mebuat sekolah menjadi terbuka serta terjalinnya kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua murid dan pihak yang terkait.



 

 

 

 

 

 

 

Komentar