Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021
Gambar
Modul 3.1.a.10 AKSI NYATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN   A.  Peristiwa ( Facts ) Latar Belakang. Dalam sebuah lembaga termasuk lembaga pendidikan ( sekolah ) selalu akan ditemukan berbagai kasus yang melibatkan warga sekolah. Kasus – kasus yang terjadi bisa berupa kasus ringan yang dapat dengan mudah dicarikan solusinya dan terdapat juga kasus yang krusial sehingga diperlukan upaya lebih keras lagi dalam mendapatkan solusi yang tepat. Dalam menyelesaikan sebuah kasus, guru sebagai pemimpin pembelajaran seyogyanya mampu mengambil sebuah keputusan yang berpihak kepada kebutuhan murid. Keputusan akan mudah diambil jika dihadapkan pada pilihan benar lawan salah, dalam hal ini biasa disebut dengan bujukan moral namun kadang kebimbangan muncul ketika keputusan diambil diantara dua hal yang benar dari sudut pandang yang berbeda. Hal ini disebut dengan dilema etika. Penulis adalah salah satu guru di SMA Negeri 1 Sukawati-Gianyar yang diberikan tugas tambahan ole...
 Koneksi Antar Materi. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran   Bapak Pendidikan Indonesia; Ki Hajar Dewantara memiliki pemikiran yang sangat luar biasa terkait pendidikan. Ki Hajar Dewantara mengemukakan salah peran utama guru adalah sebagai penuntun. Guru berperan menuntun segala kekuatan kodrat zaman dan kodrat alam yang ada pada diri anak sebagai manusia individu atau bagian dari masyarakat untuk mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya.  Jika dianalogikan dengan konsep guru penggerak penuntun ini bermakna pemimpin pembelajaran. Pemimpin yang mampu mengelola pembelajaran yang berpihak kepada murid yang menciptakan murid sebagai subjek dan center dari pembelajaran. Guru hanya mengarahkan bagaimana murid berkembang sesuai karakter, keunikkan dan potensi yang dimilikinya masing-masing. Proses pengarahan dan penuntunan yang dilakukan guru sangat erat dan sedikit banyak terpengaruhi dengan salah satu filosofi Ki Hajar Dewan...