MERDEKA BELAJAR

Koneksi Antar Materi -  Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Oleh :

Putu Suhartana, S.Pd

Calon Guru Penggerak Angkatan 2 Kabupaten Gianyar

 

          Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Kementrian Penddikan dan Kebudayaan memaparkan bahawa profil seorang Pelajar Pancasila adalah insan yang; (1) beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) kreatif, (3) mampu bekerja secara bergotong royong, (4) berkebinekaan global, (5) bernalar kritis, dan (6) mandiri. Untuk dapat melahirkan insan-insan Pelajar Pancasila membutuhkan peran aktif  seorang guru penggerak yang dapat memainkan perannya tidak saja untuk siswa melainkna juga untuk guru lainnya, praktisi pendidikan, sekolah dan dunia pendidikan secara umum. Peran dari dari seorang Guru Penggerak  tentunya akan lebih maksimal jika memiliki  keterampilan ataupun kompetensi yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.  Terdapat 4 kategori dalam  kompetensi tersebut yaitu memimpin pembelajaran, mengembangkan diri dan orang lain,  memimpin manajemen sekolah, serta memimpin pengembangan sekolah. Guru Penggerak tidak hanya berfokus pada sebagai pemimpin pembelajaran, akan tetapi juga menggerakkan diri serta  lingkungan sekolah agar dapat mewujudkan sekolah yang berpihak pada murid. Ketika kita bisa membawa perubahan pada lingkungan sekitar kita, tentunya hasilnya juga akan lebih baik untuk murid kita. Setelah 4 kompetensi tersebut diatas dimiliki oleh seorang Guru Penggerak maka dia akan mampu dengan baik memerankan perannya yaitu antara lain:

1.       Menjadi Pemimpin Pembelajaran

Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong welbeing ekosistem pendidikan sekolah. Pemimpin Pembelajaran berarti seorang Guru Penggerak menjadi seorang pemimpin yang menitikberatkan pada komponen yang terkait erat dengan pembelajaran, seperti kurikulum,


proses belajar mengajar, asesmen, pengembangan guru serta komunitas sekolah, dll. Yang dimaksud dengan wellbeing disini terkait dengan kondisi yang sudah berpihak pada murid. Apakah kondisi tersebut sudah membuat murid nyaman untuk belajar? apakah sudah sesuai dengan kebutuhan murid? Apakah lingkungan belajar di sekolah sudah cukup sejahtera agar anak bisa belajar dengan maksimal? Seorang Guru Penggerak tentunya berperan besar dalam membuat lingkungan sekolah yang nyaman untuk para muridnya. Jadi seorang Guru Penggerak diharapkan mampu berperan sebagai pemimpin yang berorientasi pada murid, dengan memperhatikan segenap aspek pembelajaran yang mendukung tumbuh-kembang murid.

 

2.       Menggerakkan Komunitas Praktisi

Menggerakkan komunitas praktik untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya. Seorang Guru Penggerak berpartisipasi aktif dalam membuat komunitas belajar untuk para rekan guru baik di sekolah maupun wilayahnya. Banyaknya praktik baik yang bisa dibagikan dalam komunitas tersebut bisa menjadi bahan pembelajaran untuk para guru sejawat dan tentunya untuk Guru Penggerak tersebut juga.

3.       Menjadi Coach Bagi Guru Lain

Menjadi coach dan mentor bagi rekan guru lain terkait pengembangan  pembelajaran di sekolah. Seorang Guru Penggerak juga harus mampu mendeteksi aspek-aspek yang bisa ditingkatkan dari rekan sejawatnya. Seorang Guru Penggerak diharapkan juga mampu merefleksikan hasil pengalamannya sendiri serta guru lain untuk dijadikan poin peningkatan untuk pembelajaran.

4.       Mendorong Kolaborasi Antar Guru

Membuka ruang diskusi positif dan kolaborasi antara guru dan  pemangku kepentingan di dalam dan di luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pada peran ini, seorang Guru Penggerak diharapkan mampu memetakan para pemangku kepentingan di sekolah (serta luar sekolah), serta membangun dialog antar para pemangku kepentingan tersebut.

 

5.       Mewujudkan Kepemimpinan Murid

Mendorong peningkatan kemandirian dan kepemimpinan murid di sekolah. Peran seorang Guru Penggerak berarti membantu para murid ini untuk mandiri dalam belajar, mampu memunculkan motivasi murid untuk belajar, juga mendidik karakter murid di sekolah.

 

Selain 4 kompetensi diatas, seorang Guru Penggerak juga harus mambangun nilai-nilai yang ada pada diri mereka untuk menunjang peran mereka dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Kehadiran nilai dalam diri seseorang dapat berfungsi sebagai standar bagi seseorang dalam mengambil posisi khusus dalam suatu masalah, sebagai bahan evaluasi dalam membuat keputusan, bahkan hingga berfungsi sebagai motivasi dalam mengarahkan tingkah laku individu dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang harus dibangun dari Guru Penggerak adalah: Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid. Mandiri berarti seorang Guru Penggerak  mampu senantiasa mendorong dirinya sendiri untuk melakukan aksi serta mengambil tanggung jawab atas segala hal yang terjadi pada dirinya. Segala perubahan yang terjadi di sekitar kita maupun pada diri kita, muncul dari diri kita sendiri. Guru Penggerak yang mandiri, berarti mampu memunculkan motivasi dalam dirinya sendiri untuk membuat perubahan baik untuk lingkungan sekitarnya ataupun pada dirinya sendiri. Hal ini terutama perlu muncul dalam aspek pengembangan dirinya. Guru Penggerak mendorong dirinya untuk meningkatkan kapabilitas dirinya tanpa perlu dorongan dari pihak lain. Reflektif berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa merefleksikan dan memaknai pengalaman yang terjadi di sekelilingnya, baik yang terjadi pada diri sendiri serta pihak lain, mengevaluasi kembali pengalaman-pengalaman yang dilaluinya, hingga bisa menjadi pembelajaran dan panduan untuk menjalankan perannya di masa mendatang. Guru Penggerak yang memiliki nilai reflektif mau membuka diri terhadap pengalaman yang baru dilaluinya, lalu melakukan evaluasi terhadap apa saja hal yang sudah baik, serta apa yang perlu dikembangkan. Guru Penggerak yang reflektif tidak hanya berhenti sampai berefleksi namun juga sampai melakukan aksi perbaikan yang bisa dilakukan. Mereka juga senantiasa terbuka untuk meminta dan menerima umpan balik dari orang-orang di sekelilingnya. Kolaboratif berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa membangun hubungan kerja yang positif terhadap seluruh pihak pemangku kepentingan yang berada di lingkungan sekolah ataupun di luar sekolah dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, seorang Guru Penggerak akan bertemu banyak sekali pihak yang mampu mendukung pencapaian Profil Pelajar Pancasila. Guru Penggerak diharapkan mampu merangkul semua pihak itu. Guru Penggerak yang menjiwai nilai kolaboratif mampu membangun rasa kepercayaan dan rasa hormat antara dirinya dengan lingkungan sekitarnya, serta mengakui dan mengelola perbedaan peran yang diemban oleh masing-masing tiap pemangku kepentingan sekolah dalam mencapai tujuan bersama.  Inovatif berarti seorang Guru Penggerak mampu senantiasa memunculkan gagasan-gagasan baru dan tepat guna terkait situasi tertentu ataupun permasalahan tertentu. Di tengah perkembangan zaman yang semakin maju, masalah yang muncul pun juga semakin bervariasi. Untuk bisa mengatasi beragam masalah tersebut, diperlukan lah jiwa inovatif dari seorang Guru Penggerak, agar bisa datang dengan penyelesaian masalah yang mungkin tidak biasa namun tepat guna. Seorang Guru Penggerak yang mempunyai nilai inovatif mampu menggunakan nilai reflektifnya dalam mengevaluasi sebuah proses ataupun masalah, dan mencari gagasan-gagasan lainnya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Berpihak pada murid disini berarti seorang Guru Penggerak selalu bergerak dengan mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai acuan utama. Segala keputusan yang diambil oleh seorang Guru Penggerak didasari pembelajaran murid terlebih dahulu, bukan dirinya sendiri. Segala hal yang kita lakukan, harus tertuju pada perkembangan murid, bukan pada pemuasan diri kita sendiri, maupun orang lain yang berkepentingan. Sebagai Guru Penggerak yang memiliki nilai ini, kita selalu harus mulai berpikir dari pertanyaan “apa yang murid butuhkan?”, “apa yang bisa saya lakukan untuk membuat proses belajar ini lebih baik?” dll.

Nilai-nilai dan peran guru penggerak yang dijabarkan diatas memiliki keterkaitan yang sangat jelas dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Menurut beliau, pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun tujuannya adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Seluruh nilai-nilai yang harus dimiliki dan dikuatkan oleh guru penggerak pada muaranya adalah untuk meningkatkan kualitas kita sebagai pendidik yang akan menuntun dan mengantarkan anak didik mencapai tujuan pendidikan , begitu pula dalam pelaksanaanya dalam keseharian peran guru penggerak yang dijabarkan diatas juga semata-mata untuk membuka jalan bagi anak didik untuk mendapatkan bekal pengetahuan, sikap/rasa, dan laku yang baik sehingga nantinya akan dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Dari nilai guru penggerak yang paling jelas keterkaitannya   dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara adalah nilai “Berpihak pada Anak”. Ki Hadjar Dewantara selalu menekankan bahwa apa yang seorang pendidik lakukan haruslah selalu melihat kodrat anak dengan keberagaman dan keunikan masing-masing. Kepentingan anak selalu menjadi pertimbangan utama bagi pendidik sebelum merancang, melaksanankan serta mengevaluasi proses pembelajaran, menyusun kebijakan komunitas praktisi, kebijakan sekolah dan juga kebijakan di level yang lebih tinggi. Semua ini adalah penjabaran dari filosofi Ki Hadjar Dewantara yaitu “Berhamba pada Anak.”

Guru Penggerak harus memiliki nila-nilai yang telah disebutkan diatas yaitu; mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar